ReviewReviewReviewReviewLumbiniMar 21, '07 2:49 PM
for everyone
Category:Books
Genre: Nonfiction
Author:Kris Budiman
Di ruas-ruas trotoar Thamel kami berjalan bersisian. Malam semakin larut. Dalam redup sebuah kamar kami menuntaskannya. Dan masih berharap untuk menemukan kembali sebuah lorong menuju masa lalu, ah bukan, menuju kemarin dan esok. Berharap, seperti Rendra dalam sajaknya, bahwa kemarin dan esok adalah hari ini; langit di luar, langit di badan, bersatu dalam jiwa. Walau kutahu, sabbe sankhara anicca. Pun langit dan jiwa kami.

Langit di luar tampak cerah, tapi tidak langit di badanku. Pesawat telah lepas-landas semenjak beberapa menit yang lalu, meninggalkan Bandara Tribhuvan yang tidak pernah sempat menghela napas sedetik pun lantaran kesibukannya. Aku pulang, Nik. Meninggalkanmu, sebagian dari diriku. Sambil memandangi gumpal-gumpal kapas putih yang bergulung-gulung menebal di kaki Pegunungan Himalaya, aku duduk termangu di sisi jendela pesawat. Ruang kepala terasa kosong dalam pendar-pendar warna monokromatik. Hitam, putih, dan kelabu. Ngelangut sekali, serasa ada yang hilang dari sisi. Di atas pangkuanku masih terbaca jejak-jejak goresanmu pada secarik tissue putih : “...manakah yang lebih banyak, air yang ada di dalam keempat samudera atau air yang kau tumpahkan ketika tersesat dan bertualang dalam ziarah panjang ini, sebab yang menjadi bagianmu adalah yang tidak kaucintai, dan yang kaucintai tidak menjadi bagianmu?”

(Kris Budiman, Lumbini, hal. 103-105. Dua paragraf terakhir yang dahsyat! setidaknya menurutku...)


13 CommentsChronological   Reverse   Threaded
lulukpr wrote on Mar 21, '07
nyastra banget...sinopsisnya dong mar...
mariamantic wrote on Mar 22, '07
lulukpr said
nyastra banget...sinopsisnya dong mar...
waduhh....sinopsis? 2 paragraf itu bisa dibilang inti ceritanya...gitu deh, dibungkus dengan nuansa budhis berlokasi di nepal, relasi laki-perempuan ....aaaaah spoiler gw!
kepikabu wrote on Mar 22, '07
ReviewReviewReviewReview
“...manakah yang lebih banyak, air yang ada di dalam keempat samudera atau air yang kau tumpahkan ketika tersesat dan bertualang dalam ziarah panjang ini, sebab yang menjadi bagianmu adalah yang tidak kaucintai, dan yang kaucintai tidak menjadi bagianmu?”
gosh, gw mesti punya buku ini kayaknya...kalimat ini aja udah bikin gw....
mariamantic wrote on Mar 22, '07
gosh, gw mesti punya buku ini kayaknya...kalimat ini aja udah bikin gw....
hiiihiihihi...asikasikasik ...:)
stephenharbour wrote on Jun 8, '07
lumbini itu kalo gak salah tempat lahirnya buddha bukan sih?

*bingung*
mariamantic wrote on Jun 9, '07
lumbini itu kalo gak salah tempat lahirnya buddha bukan sih?

*bingung*
bener kok...'taman lumbini' tempat kelahiran sang budha =)
stephenharbour wrote on Jun 9, '07
uhmm, seperti apa yah tempatnya...

*agak penasaran.. :p
Comment deleted at the request of the author.
antikris wrote on Aug 2, '07
Maria, Maria, do you?
mariamantic wrote on Aug 2, '07
Maria, Maria, do you?
me? what...?? *bingung*
antikris wrote on Aug 2, '07, edited on Aug 2, '07
Maria, Maria, do you really like that 2 paragraphs?
mariamantic wrote on Aug 2, '07
yup! karena abis baca buku itu, gak tau kenapa...2 paragraf itu yang nempel terus di kepala =)
mariamantic wrote on Aug 2, '07
hmmm....nice piece you have mr. kris! luv it =D
Add a Comment
How would you rate this book? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help