SURAT TAK DIKIRIMKAN
aku hanyutkan surat-surat hitam yang kau tulis dalam pikiranmu.
kalimat-kalimat makian dan pujian telah luntur huruf-hurufnya.
tapi hidup dan meruap bagai amuba dalam hatiku.
kurasakan penderitaan panjang.
betapa hangat dalam perih dan sekapan.
tapi engkau tak juga mengakhiri dengan ucapan manis yang pernah membunuh batinku.
bacalah kembali kata demi kata.
kalimat tak tertutup sambil menikmati hujan di luar rumah,
dan gerimis di dalam mata sendiri.
kenangan menjelma perjalanan jauh
:dari abad ke abad
aku hanyutkan, sayang.
aku hanyutkan dalam muara sungai batinmu.
ia gemericik dalam jauh.
sampai perpisahan menjelma madu
:manis dalam kalbu
lalu pergilah (dalam duka)
dibacakan oleh : Bessyp0p di FIB UI, depok 2007
| |
|