pikiran

ReviewReviewReviewReviewReviewLe Chaim!Feb 27, '08 5:39 PM
for everyone
Category:Other
INILAH KEMATIAN ITU

inilah kegelapan itu, sayang
pekat sempurna tanpa setitik cahaya
mari tenggelam di dalamnya

tak ada lagi yang mesti kita lihat
tak ada lagi yang mesti kita cari

inilah kegelapan itu, sayang
yang akan menyempurnakan kita
dan luka-luka akan terkubur selamanya

inilah kematian itu, sayang
yang kita tunda sekian lama
mari tenggelam di dalamnya

(silent)

RIANG

ketika waktu mati tiba
begitu riangnya kami
menjemput kematian
...sang kematian

luruh, teguh mata bertatap
menari-nari diantara cahaya
tubuh kami menjelma angin sore
memeluk rapat hingga tertidur
membayar lelahnya penantian

tak ada sesal, tak ada tangis
keriangan membuat kami lupa
bahwa yang sedang dijemput adalah
...sang kematian

ketika waktu mati tiba
begitu riangnya kami
menjemput kematian
...sang kematian

(cloudy)


-19 februari 2007, persenggamaan antara sang srigala dan purnamanya-


ReviewReviewReviewPoem by Dorothea Rosa HerlianiFeb 3, '08 2:56 PM
for everyone
Category:Other
SURAT TAK DIKIRIMKAN

aku hanyutkan surat-surat hitam yang kau tulis dalam pikiranmu.

kalimat-kalimat makian dan pujian telah luntur huruf-hurufnya.

tapi hidup dan meruap bagai amuba dalam hatiku.

kurasakan penderitaan panjang.

betapa hangat dalam perih dan sekapan.

tapi engkau tak juga mengakhiri dengan ucapan manis yang pernah membunuh batinku.

bacalah kembali kata demi kata.

kalimat tak tertutup sambil menikmati hujan di luar rumah,

dan gerimis di dalam mata sendiri.

kenangan menjelma perjalanan jauh

:dari abad ke abad

aku hanyutkan, sayang.

aku hanyutkan dalam muara sungai batinmu.

ia gemericik dalam jauh.

sampai perpisahan menjelma madu

:manis dalam kalbu

lalu pergilah (dalam duka)

dibacakan oleh : Bessyp0p di FIB UI, depok 2007

ReviewMudah-mudahan bukan cuma janji surga...Dec 23, '07 1:18 AM
for everyone
Category:Other
Gw dapet postingan ini dari salah satu temen SMA gw, lysa namanya. Udah berminggu-minggu postingan ini gw cuekin karna gak tau mau nulis apaan...
...setelah gw pikir2 seumur hidup gw gak pernah bikin resolusi apapun, karena gw paling males sama 'rencana, janji, cita-cita, apalah' ...but something should change, right? ...so, I would be honoured if you 'gurls' would take this advantage too...

selamat menulis :-)


Lysaaaaaaaa!!! sumpah gw males banget bikin resolusi ini....tapi setelah gw pikir2, kejadian demi kejadian tahun 2007 kemaren bikin gw ngeri untuk nge-recap lagi apa aja kejadiannya....:-) my highest and lowest point ada di 2007 kemaren,...
hope 2008 ini lebih dahsyat lagi!!!

So…..here they goes my resolution for 2008 :

1. memperbaiki hubungan dengan diri sendiri
...find out!!! WHAT are you looking for, maria? Are you HAPPY? less PAIN...

2. lebih produktif dalam berkarya (album kedua dan seterusnya)
...kalo kata arul : jadi industrialis, mar! hehehehhehee.....industrialikapitalus :-P

3. more love, trust, energy, companion, commit to real life
...dear my inspiration, silent echo...

4. produce 'an endless journey'
...tunggu aja di 16 februari 2008...

5. parental guide movie
...mom n dad, yes I do love you, and I know you love me too, but I need my
own time....

6. carinasi terus menabung, ya Lis? hehehhe
...penting buat 'ini' dan 'itu' ...:P

7. belajar mendalami setiap peran dengan lebih serius
...jangan mencampur adukkan setiap kepribadian, mereka punya tempatnya
sendiri-sendiri...

8. belajar bahasa lebih banyak dan lebih serius, buat kerjaan
...baca, baca, dan bacaaaaa!!! baru nulisss....


kira-kira seperti itu resolusinya..., yaaah seperti title postingan ini 'mudah-mudahan bukan cuma janji surga' hehehheheeh

next victim : thera paramehta, shanti handamari, uci uci, rindy :), devishanty belle, nona cito, rahma ali, tiara amalia.....(rasaiiiiiiiin loooooo)


Caranya :
Bikinlah resolusi hidup kamu untuk 2008 (WAJIB, nggak kurang nggak lebih), dan sebarkan ke 8 orang yang kamu pilih sendiri....

Kamu mesti mampir ke 8 orang tersebut, untuk ngasih tau bahwa mereka dapet PR dari kamu...


Category:Music
Genre: Indie Music
Artist:Nina Perrson of The Cardigans
"I feel a lot of pressure. Lyrics are so very important to me and I listen a lot to other artist lyrics. My standards are very high. But sometimes I really feel that I write is a crap."

"A relationship where you argue a lot, well, that's not very sexy to sing about. It's not enough, so you write a lyric about it, because in my writing I can use loads of nuances to explain what I feel."

"Recently I met a real fan, a pretty unexpected one. He told me he'd listened to our last record during a relationship break-up and that it had saved his life. He appreciated me for having made that record and I felt the same way, he saved my day by sharing that with me!"

-Nina Persson-

(she could be the one...of my...you know..:D)


ReviewReviewReviewReviewReviewIf I Were a CarpenterNov 7, '07 4:20 PM
for everyone
Category:Music
Genre: Folk
Artist:Various Artist
Album ini dirilis udah lama banget. Dulu cuma punya kasetnya, nyari cd-nya pun susah banget. Tiba-tiba aja di salah satu blog di multiply (dan ternyata banyak) ada yang upload album ini FULL..!!!!
......aihhh....kayak 'ketiban durian runtuh'
ahhh....dunia maya, :D

(terima kasih buat orang yang udah upload album ini, dan para artis yang mengcover lagu2nya, ....and for the carpenter and their magnificent songs)


ReviewReviewReviewReviewSirnaNov 1, '07 12:36 PM
for everyone
Category:Music
Genre: Folk
Artist:Chrisye
SIRNA

jauh nian harapan kita
sirna dalam kelam derita
jalanan sepi nan tak bertepi
kerikil tajam menghunjam

tembang cinta lirih membahana
semerbak harum kembang cita
meresap dalam sanubari
sari cinta nan suci

anganku bawalah serta
dalam kereta laju pilu
kenangan lalu nan tetap membara
Cintaku layu, layu, sendu...

resah hati serasa mati
lolong anjing mencekam sunyi
membuat hatiku tersayat nyeri
kini kau tiada lagi....

lagu & syair : Guruh Soekarno Putra



ReviewReviewReviewReviewReviewIt Was a Very Good YearAug 24, '07 1:17 AM
for everyone
Category:Music
Genre: Broadway & Vocalists
Artist:Frank Sinatra
When I was 17
It was a very good year
It was a very good year for small town girls
And soft summer nights
We’d hide from the lights
On the village green
When I was 17

When I was 21
It was a very good year
It was a very good year for city girls
Who lived up the stair
With all that perfumed hair
And it came undone
When I was 21

When I was 35
It was a very good year
It was a very good year for blue-blooded girls
Of independent means
We’d ride in limousines
Their chauffeurs would drive
When I was 35

But now the days grow short
I’m in the autumn of the year
And now I think of my life as vintage wine
from fine old kegs
from the brim to the dregs
And it poured sweet and clear
It was a very good year

It was a mess of good years

(thanks for the song, love you so...)


ReviewReviewReviewReviewPoem by Nosa NormandaJul 25, '07 3:57 PM
for everyone
Category:Other
KETIKA WAKTU MATI TELAH LEWAT


Kedewasaan selamanya bagiku
adalah kemudaan abadi
ketika segenap ruang dan waktu
menyatu dalam aku

dan berhenti

Kematangan selamanya bagiku
adalah proses berpikir
pabila henti sudah itu
artinya matilah aku

dalam hidup yang busuk

Ketuaan selamanya bagiku
adalah buasnya mencinta
purba kekhilafan aku
tak pernah salah

untukku juga untukmu

Kebijaksanaan selamanya bagiku
tak usah bicarakan itu
para filsuf sudah lama mati
kita yang di sini cuma bisa copy

dan berfoya-foya
di dalam kepedihan mereka
mencari kedewasaan, kematangan,
menghindari ketuaan, dan layaknya Tuhan
semakin kau mendekati kebijaksanaan
semakin pula ia menjauhimu

( Margonda, 2007 -untuk Maria- ) http://wonderguitar.blogs.friendster.com/my_blog/2007/05/ketika_waktu_ma.html


ReviewReviewReviewReviewPoem by Ervin RuhlelanaJul 24, '07 1:22 AM
for everyone
Category:Other
UNTITLED

seperti shubuh, ruh-ruh menabuh...

seperti pagi, para peri menari,
menenun wangi, merangkai sepi...

seperti siang, parang menebas terang,
menabrak karang...

seperti senja, para dewa mendera gerhana,
memintal durja...

seperti malam, alam menyulam dendam,
mengayam kelam, memendam padam...

seperti kau, mengulum galau,
teriak parau, menyusun kalau...

seperti aku, kaku, bisu, batu,
menjadi hantu...

dan menjadi besarlah kita,
dalam distorsi dan harum api...


(15 juli 2007 19:09, via SMS - makasih penk sajaknya, sorry belom sempet bales)


ReviewReviewReviewReviewReviewsebuah sajak dari Sapardi Djoko DamonoMay 8, '07 2:48 PM
for everyone
Category:Other
PADA SUATU HARI NANTI

pada suatu hari nanti
jasadku tak akan ada lagi
tapi dalam bait-bait sajak ini
kau takkan kurelakan sendiri

pada suatu hari nanti
suaraku tak terdengar lagi
tapi di antara larik-larik sajak ini
kau akan tetap kusiasati

pada suatu hari nanti
impianku pun tak dikenal lagi
namun di sela-sela huruf sajak ini
kau takkan letih-letihnya kucari

Sapardi Djoko Damono (1991)

(salah satu sajak favorit...)


ReviewReviewReviewReviewReviewSomething About UsApr 20, '07 1:40 PM
for everyone
Category:Music
Genre: Dance & DJ
Artist:Daft Punk
It might not be the right time
I might not be the right one
But there's something about us I want to say
Cause there's something between us anyway

I might not be the right one
It might not be the right time
But there's something about us I've got to do
Some kind of secret I will share with you

I need you more than anything in my life
I want you more than anything in my life
I'll miss you more than anyone in my life
I love you more than anyone in my life

(wrong time wrong place with the right person...)


ReviewReviewReviewReviewHEROINApr 15, '07 4:30 PM
for everyone
Category:Music
Genre: Miscellaneous
Artist:Velvet Underground
I don't know just where I'm going
But I'm gonna try for the kingdom, if I can
'Cause it makes me feel like I'm a man
When I put a spike into my vein
And I'll tell ya, things aren't quite the same
When I'm rushing on my run
And I feel just like Jesus' son
And I guess that I just don't know
And I guess that I just don't know

I have made the big decision
I'm gonna try to nullify my life
'Cause when the blood begins to flow
When it shoots up the dropper's neck
When I'm closing in on death
And you can't help me now, you guys
And all you sweet girls with all your sweet talk
You can all go take a walk
And I guess that I just don't know
And I guess that I just don't know

I wish that I was born a thousand years ago
I wish that I'd sail the darkened seas
On a great big clipper ship
Going from this land here to that
In a sailor's suit and cap
Away from the big city
Where a man can not be free
Of all of the evils of this town
And of himself, and those around
Oh, and I guess that I just don't know
Oh, and I guess that I just don't know

Heroin, be the death of me
Heroin, it's my wife and it's my life
Because a mainer to my vein
Leads to a center in my head
And then I'm better off and dead
Because when the smack begins to flow
I really don't care anymore
About all the Jim-Jim's in this town
And all the politicians makin' busy sounds
And everybody puttin' everybody else down
And all the dead bodies piled up in mounds
'Cause when the smack begins to flow
Then I really don't care anymore
Ah, when the heroin is in my blood
And that blood is in my head
Then thank God that I'm as good as dead
Then thank your God that I'm not aware
And thank God that I just don't care
And I guess I just don't know
And I guess I just don't know

(and I guess I just don't know.......I don't know......this addiction feels like heroin!)


ReviewReviewReviewReviewThe Funeral PartyMar 30, '07 2:04 AM
for everyone
Category:Music
Genre: Miscellaneous
Artist:The Cure
Two pale figures
Ache in silence
Timeless
In the quiet ground
Side by side
In age and sadness

I watched
And acted wordlessly
As piece by piece
You performed your story
Moving through an unknown past
Dancing at the funeral party

Memories of childrens dreams
Lie lifeless
Fading
Lifeless
Hand in hand with fear and shadows
Crying at the funeral party

I heard a song
And turned away
As piece by piece
You performed your story
Noiselessly across the floor
Dancing at the funeral party

(silent....silent! let robert tell his story...we're standing here and dancing for the rest of our dreams...)


ReviewReviewReviewReviewLumbiniMar 21, '07 2:49 PM
for everyone
Category:Books
Genre: Nonfiction
Author:Kris Budiman
Di ruas-ruas trotoar Thamel kami berjalan bersisian. Malam semakin larut. Dalam redup sebuah kamar kami menuntaskannya. Dan masih berharap untuk menemukan kembali sebuah lorong menuju masa lalu, ah bukan, menuju kemarin dan esok. Berharap, seperti Rendra dalam sajaknya, bahwa kemarin dan esok adalah hari ini; langit di luar, langit di badan, bersatu dalam jiwa. Walau kutahu, sabbe sankhara anicca. Pun langit dan jiwa kami.

Langit di luar tampak cerah, tapi tidak langit di badanku. Pesawat telah lepas-landas semenjak beberapa menit yang lalu, meninggalkan Bandara Tribhuvan yang tidak pernah sempat menghela napas sedetik pun lantaran kesibukannya. Aku pulang, Nik. Meninggalkanmu, sebagian dari diriku. Sambil memandangi gumpal-gumpal kapas putih yang bergulung-gulung menebal di kaki Pegunungan Himalaya, aku duduk termangu di sisi jendela pesawat. Ruang kepala terasa kosong dalam pendar-pendar warna monokromatik. Hitam, putih, dan kelabu. Ngelangut sekali, serasa ada yang hilang dari sisi. Di atas pangkuanku masih terbaca jejak-jejak goresanmu pada secarik tissue putih : “...manakah yang lebih banyak, air yang ada di dalam keempat samudera atau air yang kau tumpahkan ketika tersesat dan bertualang dalam ziarah panjang ini, sebab yang menjadi bagianmu adalah yang tidak kaucintai, dan yang kaucintai tidak menjadi bagianmu?”

(Kris Budiman, Lumbini, hal. 103-105. Dua paragraf terakhir yang dahsyat! setidaknya menurutku...)


ReviewReviewReviewReviewA Poem by Pablo NerudaMar 19, '07 11:49 AM
for everyone
Category:Other
If You Forget Me

I want you to know
one thing.

You know how this is:
if I look
at the crystal moon, at the red branch
of the slow autumn at my window,
if I touch
near the fire
the impalpable ash
or the wrinkled body of the log,
everything carries me to you,
as if everything that exists,
aromas, light, metals,
were little boats
that sail
toward those isles of yours that wait for me.

Well, now,
if little by little you stop loving me
I shall stop loving you little by little.

If suddenly
you forget me
do not look for me,
for I shall already have forgotten you.

If you think it long and mad,
the wind of banners
that passes through my life,
and you decide
to leave me at the shore
of the heart where I have roots,
remember
that on that day,
at that hour,
I shall lift my arms
and my roots will set off
to seek another land.

But
if each day,
each hour,
you feel that you are destined for me
with implacable sweetness,
if each day a flower
climbs up to your lips to seek me,
ah my love, ah my own,
in me all that fire is repeated,
in me nothing is extinguished or forgotten,
my love feeds on your love, beloved,
and as long as you live it will be in your arms
without leaving mine.

Pablo Neruda

(puisi ini dibacakan oleh madonna dalam film Il Postino, kalo ga salah....)

ReviewReviewReviewReviewReviewWintertime LoveMar 14, '07 1:35 PM
for everyone
Category:Music
Genre: Blues
Artist:The Doors
Wintertime love

Wintertime winds blow cold the season
Fallen in love, I'm hopin' to be
Wind is so cold, is that the reason?
Keeping you warm, your hands touching me

Come with me dance, my dear
Winter's so cold this year
You are so warm
My wintertime love to be

Winter time winds blue and freezin'
Comin' from northern storms in the sea
Love has been lost, is that the reason?
Trying desperately to be free

Come with me dance, my dear
Winter's so cold this year
And you are so warm
My wintertime love to be

La, la, la, la

Come with me dance, my dear
Winter's so cold this year
You are so warm
My wintertime love to be


(hope it's gonna be a long journey, not for winter only...)


ReviewReviewReviewReviewpagan poetryFeb 20, '07 10:04 AM
for everyone
Category:Music
Genre: Other
Artist:bjork
Pedalling through
the dark currents
I find an accurate copy
a blueprint
of the pleasure in me

Swirling black lilies totally ripe

A secret code carved : a secret code carved

Swirling black lilies totally ripe

He offers a handshake
crooked
five fingers
they form a pattern
yet to be matched

Swirling black lilies totally ripe

On the surface simplicity
but the darkest pit in me
is pagan poetry
pagan poetry

Swirling black lilies totally ripe

Morse : coded : signals
they pulsate : they wake me up
from my
hibernate

On the surface simplicity
but the darkest pit in me
is pagan poetry
pagan poetry

I love him

This time : I'm gonna keep me to myself
This time : I'm gonna keep my all to myself

She loves him

But he makes me want to hand myself over

She loves him

(liriknya sadieeeeeeees!! musik dan emosi seorang bjork begitu menikam jantung kesepian seorang pshychedelia...)


ReviewReviewReviewReviewlelaki yang mencintai hujanFeb 10, '07 3:45 PM
for everyone
Category:Other
..
tapi kijang yang tak menjerit di hutan
pada luka lembing penghabisan
adalah seorang perempuan
...

Suatu ketika datang seorang perempuan (tiba-tiba) dari sebuah malam yang aku lupa namanya (dan untuk itu aku cukup menyesalinya!), menggamit lenganku, membawaku ke sebuah sudut, dan pelan berbisik: "Yuk, married wae, yuk!" di pendar lampu-lampu taman dan sebuah pertanyaan tentang perempuan.

Seorang perempuan yang tak lain adalah kau, yang menuntaskan rindumu seketika, yang sebenar-benarnya telah menghancurkan bangunan malam yang telah kubina sejak senja tiba beberapa menit sebelumnya. Ya, ampun, ingin rasa kulemparkan kau ke tepi pagi kalau saja aku tak ingat bahwa empat tahun itu ternyata waktu yang lebih lama dari dua atau tiga tahun dan selama itu pula aku (atau kau?) sembunyi. Akhirnya aku cuma bisa menjawab, terasa angkuh (sungguh) meski sebetulnya hanya sebagai pelarian atas segala kegugupan yang melangitiku malam itu, "Sebagai seorang lelaki, aku belum selesai" Dan aku samasekali tak membayangkan apa yang harus kulakukan jika saja waktu itu kau menjawab, "Sebagai seorang perempuan pun, aku juga belum selesai"

Lalu ada musik dialunkan pelan entah oleh siapa yang jauh di sana (serasa nyanyian katak semusim penghujan), mencoba menggoda sisa-sisa ingatan. Lelaki itu telah mematah beberapa ranting kering di tiap kelokan, meski ia tahu itu bukan jaminan untuk bisa pulang.

Sungguh, An, aku masih pingin pulang, dan kembali (belajar) mencintaimu!

Beberapa burung yang dulu juga sempat melintas, kini melintas lagi. Entah itu burung-burung yang sama atau bukan, apa bedanya, toh mereka cuma melintas, cuma melintas dan cuma melintas-lintas, kenapa mesti bercuriga. Lelaki yang baik itu mengulukkan salamnya, "Di mana kuburmu, Mamuaya, agar bisa aku menabur bunga atau sekedar berdoa di pojok langgar tua."

Lantas dari sebuah kaset bekas yang tak terduga seseorang lelaki yang sangat-sangat kukenal meretas tembang :
ngambara ing awang-awang
angelangut bebasan tanpa tepi
nerabasing mega mendhung
ngubeng ngideri jagat
ngulandara nglembara ngunggahi gunung
ketungkul ngunggar gagasan
satemah digawa ngimpi

Di sudut yang kian menciut di tepi kesedihan yang lain, seorang perempuan tanpa nama, tengah mengotori buku hariannya :

"Rama, sayang, telah kukirim demam malam-malamku kepadamu, meski tanpa bulan bintang dan ketakutannya. Ia ampang sekaligus kapang. Ia tembang yang memuat erang, radang dan gelinjang daun-daun ketapang".

Perempuan itu menahan sedan yang bergerak turun pelan, menjelma Gandrung Mamuayan yang konon adalah sebuah tarian yang dilahirkan bulan lewat komposisi garis-garis cahaya yang menyayat kulit malam dan darah yang menetas di pori-pori hitamnya.

"Rama, Rama, seandainya kau pulang membawa sebuah nama, semoga ia kalama, dongengkan kepada setiap perempuan muda, semoga ia kalama, yang telah menggoda kenangan di Dandaka".

Setengah lelah, lelaki itu menunjuk sebuah arah: Di sana ia berdiam, Lawa, Lawa, dongengkan pada setiap malam, dia masih setia di sana...

Tapi, An, penari pucat di malam Natal itu adalah kamu, melantunkan lagon paling pahit dari epigon epos itu, demikian aku membaca wajahmu terakhir meski konon lagon paling sakit ikut terbakar bersama hutan itu. Juga giris girisa melamban di sela gerimis, saat kukatupkan daun-daun jendela rumah kita. (Demikian telah kukirim selembar kartu Natal bergambar gereja yang terbakar, meski tak menyeru sesuatu, tentu).

Lelaki itu terhenti pada cicit anak burung yang baru belajar terbang, sekali lagi ia ingat bahwa dulu pernah punya sarang, lalu melenguh sebentar: bahwa tak enak jadi bulan-bulanan kenangan. Tapi toh, perjalanan ritus kesetiaan itu tetap berlanjut.

Lelaki yang baik itu, lalu ia pun menggambar peta, meski tetap bukan harapan untuk bisa pulang

Cindhil G Maryanto
Garasi, desember 2000

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help