 INILAH KEMATIAN ITU
inilah kegelapan itu, sayang pekat sempurna tanpa setitik cahaya mari tenggelam di dalamnya
tak ada lagi yang mesti kita lihat tak ada lagi yang mesti kita cari
inilah kegelapan itu, sayang yang akan menyempurnakan kita dan luka-luka akan terkubur selamanya
inilah kematian itu, sayang yang kita tunda sekian lama mari tenggelam di dalamnya
(silent)
RIANG
ketika waktu mati tiba begitu riangnya kami menjemput kematian ...sang kematian
luruh, teguh mata bertatap menari-nari diantara cahaya tubuh kami menjelma angin sore memeluk rapat hingga tertidur membayar lelahnya penantian
tak ada sesal, tak ada tangis keriangan membuat kami lupa bahwa yang sedang dijemput adalah ...sang kematian
ketika waktu mati tiba begitu riangnya kami menjemput kematian ...sang kematian
(cloudy)
-19 februari 2007, persenggamaan antara sang srigala dan purnamanya-  SURAT TAK DIKIRIMKAN
aku hanyutkan surat-surat hitam yang kau tulis dalam pikiranmu.
kalimat-kalimat makian dan pujian telah luntur huruf-hurufnya.
tapi hidup dan meruap bagai amuba dalam hatiku.
kurasakan penderitaan panjang.
betapa hangat dalam perih dan sekapan.
tapi engkau tak juga mengakhiri dengan ucapan manis yang pernah membunuh batinku.
bacalah kembali kata demi kata.
kalimat tak tertutup sambil menikmati hujan di luar rumah,
dan gerimis di dalam mata sendiri.
kenangan menjelma perjalanan jauh
:dari abad ke abad
aku hanyutkan, sayang.
aku hanyutkan dalam muara sungai batinmu.
ia gemericik dalam jauh.
sampai perpisahan menjelma madu
:manis dalam kalbu
lalu pergilah (dalam duka)
dibacakan oleh : Bessyp0p di FIB UI, depok 2007 Gw dapet postingan ini dari salah satu temen SMA gw, lysa namanya. Udah berminggu-minggu postingan ini gw cuekin karna gak tau mau nulis apaan... ...setelah gw pikir2 seumur hidup gw gak pernah bikin resolusi apapun, karena gw paling males sama 'rencana, janji, cita-cita, apalah' ...but something should change, right? ...so, I would be honoured if you 'gurls' would take this advantage too...
selamat menulis :-)
Lysaaaaaaaa!!! sumpah gw males banget bikin resolusi ini....tapi setelah gw pikir2, kejadian demi kejadian tahun 2007 kemaren bikin gw ngeri untuk nge-recap lagi apa aja kejadiannya....:-) my highest and lowest point ada di 2007 kemaren,... hope 2008 ini lebih dahsyat lagi!!!
So…..here they goes my resolution for 2008 :
1. memperbaiki hubungan dengan diri sendiri ...find out!!! WHAT are you looking for, maria? Are you HAPPY? less PAIN...
2. lebih produktif dalam berkarya (album kedua dan seterusnya) ...kalo kata arul : jadi industrialis, mar! hehehehhehee.....industrialikapitalus :-P
3. more love, trust, energy, companion, commit to real life ...dear my inspiration, silent echo...
4. produce 'an endless journey' ...tunggu aja di 16 februari 2008...
5. parental guide movie ...mom n dad, yes I do love you, and I know you love me too, but I need my own time....
6. carinasi terus menabung, ya Lis? hehehhe ...penting buat 'ini' dan 'itu' ...:P
7. belajar mendalami setiap peran dengan lebih serius ...jangan mencampur adukkan setiap kepribadian, mereka punya tempatnya sendiri-sendiri...
8. belajar bahasa lebih banyak dan lebih serius, buat kerjaan ...baca, baca, dan bacaaaaa!!! baru nulisss....
kira-kira seperti itu resolusinya..., yaaah seperti title postingan ini 'mudah-mudahan bukan cuma janji surga' hehehheheeh
next victim : thera paramehta, shanti handamari, uci uci, rindy :), devishanty belle, nona cito, rahma ali, tiara amalia.....(rasaiiiiiiiin loooooo)
Caranya : Bikinlah resolusi hidup kamu untuk 2008 (WAJIB, nggak kurang nggak lebih), dan sebarkan ke 8 orang yang kamu pilih sendiri....
Kamu mesti mampir ke 8 orang tersebut, untuk ngasih tau bahwa mereka dapet PR dari kamu...
 | Category: | Music | | Genre: | Indie Music | | Artist: | Nina Perrson of The Cardigans |
"I feel a lot of pressure. Lyrics are so very important to me and I listen a lot to other artist lyrics. My standards are very high. But sometimes I really feel that I write is a crap."
"A relationship where you argue a lot, well, that's not very sexy to sing about. It's not enough, so you write a lyric about it, because in my writing I can use loads of nuances to explain what I feel."
"Recently I met a real fan, a pretty unexpected one. He told me he'd listened to our last record during a relationship break-up and that it had saved his life. He appreciated me for having made that record and I felt the same way, he saved my day by sharing that with me!"
-Nina Persson-
(she could be the one...of my...you know..:D)   | Category: | Music | | Genre: | Folk | | Artist: | Various Artist |
Album ini dirilis udah lama banget. Dulu cuma punya kasetnya, nyari cd-nya pun susah banget. Tiba-tiba aja di salah satu blog di multiply (dan ternyata banyak) ada yang upload album ini FULL..!!!! ......aihhh....kayak 'ketiban durian runtuh' ahhh....dunia maya, :D
(terima kasih buat orang yang udah upload album ini, dan para artis yang mengcover lagu2nya, ....and for the carpenter and their magnificent songs)   | Category: | Music | | Genre: | Broadway & Vocalists | | Artist: | Frank Sinatra |
When I was 17 It was a very good year It was a very good year for small town girls And soft summer nights We’d hide from the lights On the village green When I was 17
When I was 21 It was a very good year It was a very good year for city girls Who lived up the stair With all that perfumed hair And it came undone When I was 21
When I was 35 It was a very good year It was a very good year for blue-blooded girls Of independent means We’d ride in limousines Their chauffeurs would drive When I was 35
But now the days grow short I’m in the autumn of the year And now I think of my life as vintage wine from fine old kegs from the brim to the dregs And it poured sweet and clear It was a very good year
It was a mess of good years
(thanks for the song, love you so...)   KETIKA WAKTU MATI TELAH LEWAT Kedewasaan selamanya bagiku adalah kemudaan abadi ketika segenap ruang dan waktu menyatu dalam aku dan berhenti Kematangan selamanya bagiku adalah proses berpikir pabila henti sudah itu artinya matilah aku dalam hidup yang busuk Ketuaan selamanya bagiku adalah buasnya mencinta purba kekhilafan aku tak pernah salah untukku juga untukmu Kebijaksanaan selamanya bagiku tak usah bicarakan itu para filsuf sudah lama mati kita yang di sini cuma bisa copy dan berfoya-foya di dalam kepedihan mereka mencari kedewasaan, kematangan, menghindari ketuaan, dan layaknya Tuhan semakin kau mendekati kebijaksanaan semakin pula ia menjauhimu ( Margonda, 2007 -untuk Maria- ) http://wonderguitar.blogs.friendster.com/my_blog/2007/05/ketika_waktu_ma.html  UNTITLED
seperti shubuh, ruh-ruh menabuh...
seperti pagi, para peri menari, menenun wangi, merangkai sepi...
seperti siang, parang menebas terang, menabrak karang...
seperti senja, para dewa mendera gerhana, memintal durja...
seperti malam, alam menyulam dendam, mengayam kelam, memendam padam...
seperti kau, mengulum galau, teriak parau, menyusun kalau...
seperti aku, kaku, bisu, batu, menjadi hantu...
dan menjadi besarlah kita, dalam distorsi dan harum api...
(15 juli 2007 19:09, via SMS - makasih penk sajaknya, sorry belom sempet bales)
  PADA SUATU HARI NANTI
pada suatu hari nanti jasadku tak akan ada lagi tapi dalam bait-bait sajak ini kau takkan kurelakan sendiri
pada suatu hari nanti suaraku tak terdengar lagi tapi di antara larik-larik sajak ini kau akan tetap kusiasati
pada suatu hari nanti impianku pun tak dikenal lagi namun di sela-sela huruf sajak ini kau takkan letih-letihnya kucari
Sapardi Djoko Damono (1991)
(salah satu sajak favorit...)   | Category: | Music | | Genre: | Dance & DJ | | Artist: | Daft Punk |
It might not be the right time I might not be the right one But there's something about us I want to say Cause there's something between us anyway
I might not be the right one It might not be the right time But there's something about us I've got to do Some kind of secret I will share with you
I need you more than anything in my life I want you more than anything in my life I'll miss you more than anyone in my life I love you more than anyone in my life
(wrong time wrong place with the right person...)      | HEROIN | Apr 15, '07 4:30 PM for everyone |
 | Category: | Music | | Genre: | Miscellaneous | | Artist: | Velvet Underground |
I don't know just where I'm going But I'm gonna try for the kingdom, if I can 'Cause it makes me feel like I'm a man When I put a spike into my vein And I'll tell ya, things aren't quite the same When I'm rushing on my run And I feel just like Jesus' son And I guess that I just don't know And I guess that I just don't know
I have made the big decision I'm gonna try to nullify my life 'Cause when the blood begins to flow When it shoots up the dropper's neck When I'm closing in on death And you can't help me now, you guys And all you sweet girls with all your sweet talk You can all go take a walk And I guess that I just don't know And I guess that I just don't know
I wish that I was born a thousand years ago I wish that I'd sail the darkened seas On a great big clipper ship Going from this land here to that In a sailor's suit and cap Away from the big city Where a man can not be free Of all of the evils of this town And of himself, and those around Oh, and I guess that I just don't know Oh, and I guess that I just don't know
Heroin, be the death of me Heroin, it's my wife and it's my life Because a mainer to my vein Leads to a center in my head And then I'm better off and dead Because when the smack begins to flow I really don't care anymore About all the Jim-Jim's in this town And all the politicians makin' busy sounds And everybody puttin' everybody else down And all the dead bodies piled up in mounds 'Cause when the smack begins to flow Then I really don't care anymore Ah, when the heroin is in my blood And that blood is in my head Then thank God that I'm as good as dead Then thank your God that I'm not aware And thank God that I just don't care And I guess I just don't know And I guess I just don't know
(and I guess I just don't know.......I don't know......this addiction feels like heroin!)   | Category: | Music | | Genre: | Miscellaneous | | Artist: | The Cure |
Two pale figures Ache in silence Timeless In the quiet ground Side by side In age and sadness
I watched And acted wordlessly As piece by piece You performed your story Moving through an unknown past Dancing at the funeral party
Memories of childrens dreams Lie lifeless Fading Lifeless Hand in hand with fear and shadows Crying at the funeral party
I heard a song And turned away As piece by piece You performed your story Noiselessly across the floor Dancing at the funeral party
(silent....silent! let robert tell his story...we're standing here and dancing for the rest of our dreams...)      | Lumbini | Mar 21, '07 2:49 PM for everyone |
 | Category: | Books | | Genre: | Nonfiction | | Author: | Kris Budiman |
Di ruas-ruas trotoar Thamel kami berjalan bersisian. Malam semakin larut. Dalam redup sebuah kamar kami menuntaskannya. Dan masih berharap untuk menemukan kembali sebuah lorong menuju masa lalu, ah bukan, menuju kemarin dan esok. Berharap, seperti Rendra dalam sajaknya, bahwa kemarin dan esok adalah hari ini; langit di luar, langit di badan, bersatu dalam jiwa. Walau kutahu, sabbe sankhara anicca. Pun langit dan jiwa kami.
Langit di luar tampak cerah, tapi tidak langit di badanku. Pesawat telah lepas-landas semenjak beberapa menit yang lalu, meninggalkan Bandara Tribhuvan yang tidak pernah sempat menghela napas sedetik pun lantaran kesibukannya. Aku pulang, Nik. Meninggalkanmu, sebagian dari diriku. Sambil memandangi gumpal-gumpal kapas putih yang bergulung-gulung menebal di kaki Pegunungan Himalaya, aku duduk termangu di sisi jendela pesawat. Ruang kepala terasa kosong dalam pendar-pendar warna monokromatik. Hitam, putih, dan kelabu. Ngelangut sekali, serasa ada yang hilang dari sisi. Di atas pangkuanku masih terbaca jejak-jejak goresanmu pada secarik tissue putih : “...manakah yang lebih banyak, air yang ada di dalam keempat samudera atau air yang kau tumpahkan ketika tersesat dan bertualang dalam ziarah panjang ini, sebab yang menjadi bagianmu adalah yang tidak kaucintai, dan yang kaucintai tidak menjadi bagianmu?”
(Kris Budiman, Lumbini, hal. 103-105. Dua paragraf terakhir yang dahsyat! setidaknya menurutku...)
 If You Forget Me I want you to know one thing.
You know how this is: if I look at the crystal moon, at the red branch of the slow autumn at my window, if I touch near the fire the impalpable ash or the wrinkled body of the log, everything carries me to you, as if everything that exists, aromas, light, metals, were little boats that sail toward those isles of yours that wait for me.
Well, now, if little by little you stop loving me I shall stop loving you little by little.
If suddenly you forget me do not look for me, for I shall already have forgotten you.
If you think it long and mad, the wind of banners that passes through my life, and you decide to leave me at the shore of the heart where I have roots, remember that on that day, at that hour, I shall lift my arms and my roots will set off to seek another land.
But if each day, each hour, you feel that you are destined for me with implacable sweetness, if each day a flower climbs up to your lips to seek me, ah my love, ah my own, in me all that fire is repeated, in me nothing is extinguished or forgotten, my love feeds on your love, beloved, and as long as you live it will be in your arms without leaving mine.
Pablo Neruda
(puisi ini dibacakan oleh madonna dalam film Il Postino, kalo ga salah....)  | Category: | Music | | Genre: | Blues | | Artist: | The Doors |
Wintertime love
Wintertime winds blow cold the season Fallen in love, I'm hopin' to be Wind is so cold, is that the reason? Keeping you warm, your hands touching me
Come with me dance, my dear Winter's so cold this year You are so warm My wintertime love to be
Winter time winds blue and freezin' Comin' from northern storms in the sea Love has been lost, is that the reason? Trying desperately to be free
Come with me dance, my dear Winter's so cold this year And you are so warm My wintertime love to be
La, la, la, la
Come with me dance, my dear Winter's so cold this year You are so warm My wintertime love to be
(hope it's gonna be a long journey, not for winter only...)
  | Category: | Music | | Genre: | Other | | Artist: | bjork |
Pedalling through the dark currents I find an accurate copy a blueprint of the pleasure in me
Swirling black lilies totally ripe
A secret code carved : a secret code carved
Swirling black lilies totally ripe
He offers a handshake crooked five fingers they form a pattern yet to be matched
Swirling black lilies totally ripe
On the surface simplicity but the darkest pit in me is pagan poetry pagan poetry
Swirling black lilies totally ripe
Morse : coded : signals they pulsate : they wake me up from my hibernate
On the surface simplicity but the darkest pit in me is pagan poetry pagan poetry
I love him
This time : I'm gonna keep me to myself This time : I'm gonna keep my all to myself
She loves him
But he makes me want to hand myself over
She loves him
(liriknya sadieeeeeeees!! musik dan emosi seorang bjork begitu menikam jantung kesepian seorang pshychedelia...)  .. tapi kijang yang tak menjerit di hutan pada luka lembing penghabisan adalah seorang perempuan ...
Suatu ketika datang seorang perempuan (tiba-tiba) dari sebuah malam yang aku lupa namanya (dan untuk itu aku cukup menyesalinya!), menggamit lenganku, membawaku ke sebuah sudut, dan pelan berbisik: "Yuk, married wae, yuk!" di pendar lampu-lampu taman dan sebuah pertanyaan tentang perempuan.
Seorang perempuan yang tak lain adalah kau, yang menuntaskan rindumu seketika, yang sebenar-benarnya telah menghancurkan bangunan malam yang telah kubina sejak senja tiba beberapa menit sebelumnya. Ya, ampun, ingin rasa kulemparkan kau ke tepi pagi kalau saja aku tak ingat bahwa empat tahun itu ternyata waktu yang lebih lama dari dua atau tiga tahun dan selama itu pula aku (atau kau?) sembunyi. Akhirnya aku cuma bisa menjawab, terasa angkuh (sungguh) meski sebetulnya hanya sebagai pelarian atas segala kegugupan yang melangitiku malam itu, "Sebagai seorang lelaki, aku belum selesai" Dan aku samasekali tak membayangkan apa yang harus kulakukan jika saja waktu itu kau menjawab, "Sebagai seorang perempuan pun, aku juga belum selesai"
Lalu ada musik dialunkan pelan entah oleh siapa yang jauh di sana (serasa nyanyian katak semusim penghujan), mencoba menggoda sisa-sisa ingatan. Lelaki itu telah mematah beberapa ranting kering di tiap kelokan, meski ia tahu itu bukan jaminan untuk bisa pulang.
Sungguh, An, aku masih pingin pulang, dan kembali (belajar) mencintaimu!
Beberapa burung yang dulu juga sempat melintas, kini melintas lagi. Entah itu burung-burung yang sama atau bukan, apa bedanya, toh mereka cuma melintas, cuma melintas dan cuma melintas-lintas, kenapa mesti bercuriga. Lelaki yang baik itu mengulukkan salamnya, "Di mana kuburmu, Mamuaya, agar bisa aku menabur bunga atau sekedar berdoa di pojok langgar tua."
Lantas dari sebuah kaset bekas yang tak terduga seseorang lelaki yang sangat-sangat kukenal meretas tembang : ngambara ing awang-awang angelangut bebasan tanpa tepi nerabasing mega mendhung ngubeng ngideri jagat ngulandara nglembara ngunggahi gunung ketungkul ngunggar gagasan satemah digawa ngimpi
Di sudut yang kian menciut di tepi kesedihan yang lain, seorang perempuan tanpa nama, tengah mengotori buku hariannya :
"Rama, sayang, telah kukirim demam malam-malamku kepadamu, meski tanpa bulan bintang dan ketakutannya. Ia ampang sekaligus kapang. Ia tembang yang memuat erang, radang dan gelinjang daun-daun ketapang".
Perempuan itu menahan sedan yang bergerak turun pelan, menjelma Gandrung Mamuayan yang konon adalah sebuah tarian yang dilahirkan bulan lewat komposisi garis-garis cahaya yang menyayat kulit malam dan darah yang menetas di pori-pori hitamnya.
"Rama, Rama, seandainya kau pulang membawa sebuah nama, semoga ia kalama, dongengkan kepada setiap perempuan muda, semoga ia kalama, yang telah menggoda kenangan di Dandaka".
Setengah lelah, lelaki itu menunjuk sebuah arah: Di sana ia berdiam, Lawa, Lawa, dongengkan pada setiap malam, dia masih setia di sana...
Tapi, An, penari pucat di malam Natal itu adalah kamu, melantunkan lagon paling pahit dari epigon epos itu, demikian aku membaca wajahmu terakhir meski konon lagon paling sakit ikut terbakar bersama hutan itu. Juga giris girisa melamban di sela gerimis, saat kukatupkan daun-daun jendela rumah kita. (Demikian telah kukirim selembar kartu Natal bergambar gereja yang terbakar, meski tak menyeru sesuatu, tentu).
Lelaki itu terhenti pada cicit anak burung yang baru belajar terbang, sekali lagi ia ingat bahwa dulu pernah punya sarang, lalu melenguh sebentar: bahwa tak enak jadi bulan-bulanan kenangan. Tapi toh, perjalanan ritus kesetiaan itu tetap berlanjut.
Lelaki yang baik itu, lalu ia pun menggambar peta, meski tetap bukan harapan untuk bisa pulang
Cindhil G Maryanto Garasi, desember 2000
| |