mata itu, bukan mataku
wajah itu, bukan wajahku
senyum itu, bukan senyumku
lalu siapa ia?
ia tampak pucat
ia begitu kaku
ia tak lagi ramah
lalu siapa ia?
dulu ia sumringah
dulu ia luwes
dulu ia begitu ceria
apa salah cermin?
kata temanku
cermin itu menggandakan
adanya aku yang satu
bisa menjadi dua
apa salah aku?
kata sang cermin
temanmu boleh jadi benar
tapi bisa saja keliru
kau adalah kau
cermin hanyalah cermin
kapan aku boleh berlari dari bayanganku sendiri?
dan membuat aku-aku lain tanpa cermin…
(25 februari 2007, PENDULUM)