malaikat itu menyapaku
ia bilang : ini saatnya!
lalu aku menoleh kebelakang
kenapa mereka menangis?
kesan apa kutinggal?
...
digamitnya tanganku
kusentuh sayapnya
halus begitu halus
melebihi bulu angsa
dibimbingnya langkahku
ke jalan tak berujung
ruang tanpa sisi
pendar putih berkilau
mataku hampir buta
...
ini jalan menuju keentahan
aku pernah mengenalinya
saat tubuh berpeluh
berpagut rasa dalam ketelanjangan
...
tiba-tiba ia berhenti
malaikat itu menatapku
ia bilang : ini bukan orgasme!
pikirku sejurus kemudian
pandainya ia baca pikiran
...
aku berbalik menatapnya
berharap teruskan perjalanan
selangkahpun kami tak beranjak
hanya saling tatap
tatap yang tak biasa
...
tiba-tiba ia melepas tangan
sontak aku terhuyung
terjungkal tak beraturan
melewati labirin monokromatik
hitam putih hitam putih
...
aku terhempas di tempat semula
dipan kayu dan kasur busa tipis
sebotol kosong racun serangga
ahhhhh brengsek!, kataku
bahkan maut enggan bercumbu denganku!
(17 februari 2007)