srigala itu berjalan tegap
menuju tebing tertinggi
dengan mata merah memicing
bersiap menghampiri purnama
ya...purnamanya!
sayangnya sang purnama
bersembunyi di balik awan
meraunglah sang srigala
memendam segala rindu
dengan empat kakinya
lekat menjejak bumi
ia tengadah, menatap purnama
hei
cantik, puaskan kerinduanku
telanjanglah
untukku!
lamat-lamat awan menyisi
purnama tetap di tempat
pendar kuning mulai tampak
detik-detik penantian sang srigala
seperempat...setengah...tiga perempat..
..PENUUUH!!!!
pijar sang purnama menyala-nyala
lalu mata merah itu berkata
karena
aku adalah srigala, dan kau adalah purnama,
akan
kulepas segala kerinduanku padamu dengan ritual
“Aaauuuuuuuuu...”
lolong panjang sang srigala untuk
purnamanya